Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Pihak Kementerian Keuangan mengaku telah memasang CCTV di semua ruang sidang pengadilan pajak. Ini upaya untuk meningkatkan transparansi dan memberantas aksi kongkalingkong di pengadilan Pajak.

Itjen Kemenkeu meminta semua catatan kasus yang masuk pengadilan pajak dipaparkan ke publik. Hal ini untuk menunjang transparansi birokrasi dan merupakan salah satu usulan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adapun alasan dari permintaan tersebut karena selama ini ketika Itjen Kemenkeu akan melakukan pengecekan ulang kasus-kasus dalam pengadilan pajak, tidak dapat diungkap karena tidak adanya pencatatan yang baik.

Menurut Sonny, pihak Itjen juga akan menyiapkan sanksi bagi para panitera yang terbukti tidak melakukan pencatatan dengan baik.

Iklan

Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde akhirnya resmi terpilih menjadi Managing Director wanita pertama lembaga dana moneter internasional (IMF). Lagarde mendapatkan dukungan dari AS dan Rusia.

Wanita berusia 55 tahun ini bakal memulai tugasnya selama 5 tahun sebagai bos baru IMF mulai 5 Juli. Sebagai kepala IMF, dia akan segera mencari cara untuk menyelamatkan perekonomian Eropa dari krisis khususnya akibat krisis utang di Yunani.

Beberapa menit setelah pemilihannya, Lagarde dengan cepat memulai usahanya untuk segera mencari jalan keluar bagi Yunani agar bisa keluar dari krisis.

Menurut IMF, Lagarde merupakan wanita pertama yang menduduki jabatan tertinggi di IMF sejak IMF berdiri pada 1944. Anggota dewan IMF dilaporkan memilih Lagarde ‘berdasarkan konsensus’.

Sebelumnya langkah Christine Lagarde menjadi bos IMF semakin pasti setelah Amerika Serikat secara resmi mendukungnya. AS menyatakan hal ini ketika dewan IMF yang beranggotakan 24 negara bertemu untuk mencapai kesepakatan tentang direktur pelaksana baru.

Kekosongan posisi tertinggi IMF terjadi karena mantan direktur pelaksana Dominique Strauss-Kahn dipaksa turun tanggal 18 Mei lalu karena ditangkap di New York atas tuduhan melakukan penyerangan seksual.

Christine Lagarde merupakan Menteri Keuangan Perancis berusia 55 tahun. Lagarde sejauh ini telah melakukan berbagai kunjungan untuk mendapatkan dukungan seperti China dan India. Dari Indonesia, Menteri Keuangan Agus Martowardojo secara terang-terangan juga menyatakan dukungannya pada Lagarde.

Dalam pertarungan menuju kursi no. 1 di IMF, Lagarde akan ditantang oleh Stanley Fischer. Namun ternyata nama yang muncul justru Agustin Carstens yang merupakan Gubernur Bank Sentral Meksiko berusia 53 tahun.


Pengusaha pribumi Indonesia mengkritik kebijakan pemerintah yang terus melakukan negosiasi dengan pemerintah Australia terkait dengan penghentian ekspor sapi dari Australia ke Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Suryani Sidik Motik dalam jumpa wartawan di salah satu mal di Jalan T.B. Simatupang, Jakarta, Senin (20/6/2011).

“Ini seharusnya Alhamdullilah, seharusnya ini kesempatan untuk berbenah bagi kita. Sebenarnya ini peluang kita yang luar biasa. Malah ngelobi pihak Australia,” ujarnya.

Di tempat yang sama Dewan Pakar HIPPI, Drajat Wibowo menambahkan penghentian ekspor sapi yang dilakukan oleh pemerintah Australia justru dampaknya lebih besar oleh para peternak sapi Australia.

“Penghentian eskpor Australia itu lebih memukul peternak Australia,” ujarnya.

Drajat menambahkan, seharusnya pemerintah Indonesia tidak terus-menerus meminta pihak Australia kembali membuka kran ekspor sapinya ke Indonesia.
“Jangan didorong untuk impor (sapi) lagi,” tambahnya.

Seperti diketahui penayangan video kekerasan sapi di beberapa RPH di Indonesia yang ditayangkan oleh TV ABC 30 Mei 2011 lalu berujung pada penghentian ekspor sapi Australia ke Indonesia selama 6 bulan. Pemerintah Australia sepakat mengirim tim independen bersama, tim kedua negera akan memverifikasi RPH yang ada di Indonesia.

Kunjungan dua menteri pertanian federal dan negara bagian barat Australia ke Indonesia hari ini memberikan tanda-tanda bahwa pemerintah Australia sebenarnya membutuhkan pasar Indonesia. Bahkan pihak Australia berencana mempercepat pencabutan penghentian ekspor sapi mereka ke Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) belum menyelesaikan kegiatan sensus sapi hingga saat ini. Sensus baru terlaksana 93% dan jumlah sapi yang dimiliki Indonesia mencapai 14 juta ekor.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan ketika ditemui di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (24/6/2011).

“Hasil sementara 93% sensus, sapi mencapai 14 juta ekor untuk sapi potong. Kerbau 1,1 juta ekor, dan sapi perah 400 ribuan,” kata Rusman.

Dia mengatakan, di Juni ini diramalkan BPS bakal terjadi inflasi karena kenaikan harga beras dan daging sapi. “Penyetopan ekspor sapi Australia berdampak kepada harga dan sebenarnya bagus untuk peternak sapi lokal. Di lain pihak harga daging sapi naik. Minggu kedua dan ketiga agak tajam naiknya,” katanya.

Namun secara rata-rata keseluruhan di Mei-Juni harga daging sapi masih turun. Menurut Rusman, meskipun potensi sapi Indonesia besar namun pengadaan daging lebih mudah melalui ekspor karena satu pintu saja.

“Kalau dari peternak, itu kan menyebar. Ini jadi pelajaran kita bisa mengakses sumber itu,” jelas Rusman.

Rusman mengataan potensi laju inflasi di bulan ini bisa mencapai 0,1% yang terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga beras.

“Potensi inflaai lebih tinggi pertama beras 5% bobotnya. Kedua ada hiburan cabai masih rendah sumbangan deflasi dan gula pasir turun,” tuturnya.
Sebelum adanya sensus sapi dan kerbau, data yang dipegang oleh pemerintah, populasi ternak yang ada di Indonesia jumlah sapi potong mencapai 13,6 juta ekor, kerbau 2,01 juta ekor, kambing 16,84 juta ekor, domba 10,91 juta ekor, ayam buras 268,95 ribu, ayam ras petelur 103,841 ribu dan ayam ras daging 1,249 juta ekor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi bulan Juni tetap rendah akibat harga cabai telah mencapai level termurah. Meski beras mengalami kenaikan, namun efek kepada ‘memerahnya’ inflasi tidak terlalu signifikan.

Kepala BPS Rusman Heriawan, menjelaskan pada bulan Juni ini harga bahan makanan, terutama beras mulai beranjak naik di atas 1 persen.

“Kalau bahan makanan, yang memang harus diakui harga beras naik, di atas 1 persen. Apalagi sumbangan beras itu besar terhadap inflasi, yaitu 5 persen,” ujarnya saat dihubungi detikFinance, Minggu (26/6/2011).

Meskipun demikian, Rusman optimis inflasi yang terjadi pada bulan Juni ini tidak akan terlalu tinggi mengingat masih banyak harga pangan yang begejolak (volatile food), yang menunjukkan tren penurunan.

Ia mencontohkan produk yang mengalami turun harga adalah gula pasir. Bahkan harga cabai merah dan cabai rawit menunjukkan penurunan harga di titik terendah, di bawah Rp 10 ribu.

“Tapi tidak terlalu pesimis, seandainya terjadi inflasi kemungkinan kecil. Gula pasir masih turun, yang capai titik terendah itu cabai merah dan cabai rawit, sudah di bawah Rp 10 ribu, sekitar Rp 7 ribu, itu zona harga terendah,” ungkapnya.

Sementara harga daging sapi masih tergolong rendah dibandingkan bulan Mei 2011, meskipun sejak Juni ini impor daging asal Australia dihentikan.

Namun perlu diwaspadai kenaikan daging sapi pada pekan ketiga bulan Juni ini. Harga komoditi ini mulai merangkak naik, sekitar Rp 500.

“Daging sapi rata-rata bulan Juni terhadap Mei masih turun, tapi khusus minggu ketiga dibandingkan minggu kedua mulai ada peningkatan. Gejala naiknya sekitar Rp 500, mungkin dampak dari stop impor Australia,” ucapnya.

“Ini dilematis, harga daging jadi naik, inflasi naik, karena membebani daya beli masyarakat. Untuk itu pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi, apalagi menjelang puasa dan lebaran,” tandasnya.

Apabila melihat data sementara sensus sapi, Indonesia sebenarnya sudah siap untuk melakukan swasembada sapi di 2014. Namun, ada kendala terbesar yang dihadapi oleh Indonesia sebelum bisa benar-benar mengumandangkan swasembada sapi di 2014.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan ketika ditemui di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (28/6/2011).

“Kalau melihat dari hitung-hitungan kertas, seolah-olah kita ini siap untuk swasembada sapi. Kalau hitung-hitungan konsumsi dan jumlah sapi potong kesannya kita siap di 2014,” ujarnya.

Permasalahan yang harus dihadapi di Indonesia, menurut Rusman, adalah Indonesia terlalu mudah dalam melakukan impor daging sapi karena terlalu banyak pemain dalam perdagangan daging dari luar negeri. Padahal sapi-sapi potong di Indonesia cukup banyak.

“Persoalannya kembali lagi, mengadakan sapi potong di Indonesia jauh lebih sulit dari pada impor daging karena pemainnya banyak,” tuturnya.

Rusman menjelaskan, saat ini sensus sapi telah berjalan sekitar 97,5%, tinggal 2,5% lagi jumlah sapi di seluruh Indonesia dapat diketahui. Untuk sapi potong sendiri saat ini diperkirakan sudah mencapai 13 juta ekor.

“Sekarang itu sudah 97,5% tinggal 2,5% lagi. Walaupun namanya sensus sapi, tapi yang namanya sapi potong, sapi perah, dan kerbau juga dihitung. Kalau dilihat, sapi potongnya sudah lebih dari 13 juta,” jelasnya.

Bank Indonesia (BI) memandang terpilihnya Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde sebagai wanita pertama yang menjadi kepala Dana Moneter Internasional (IMF) akan memberikan respon yang baik terhadap pasar. Terpilihnya Lagarde akan lebih kondusif terhadap nilai tukar karena sentimen positif akan membantu penyelesaian krisis Eropa.

“Saya juga sependapat, akan lebih kondusif terhadap nilai tukar dipasar karena sentimen positif akan membantu penyelesaian krisis Eropa,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (29/6/2011).

Dijelaskan Hartadi, Lagarde memang lebih dikenal oleh negara-negara anggota IMF karena kompetensi, khususnya kemampuannya dalam membangun konsensus atas isu-isu global.

“Di Asia beliau jauh lebih dikenal dibanding kandidat lainnya. Keberpihakan beliau terhadap negara-negara Asia khususnya Indonesia sangat kuat,” katanya.

“Kedatangan Perdana Menteri Perancis ke Indonesia dalam waktu dekat ini juga merupakan cerminan hasil kerja Lagarde untuk meningkatkan kolaborasi Perancis sebagai Ketua G20 dengan Indonesia sebagai Ketua Asean,” imbuh Deputi bidang Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter ini.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde, yang berusia 55 tahun, resmi terpilih sebagai wanita pertama yang menjadi kepala Dana Moneter Internasional (IMF).

Pengumuman mengenai penunjukannya itu dikeluarkan tidak lama setelah dia mendapat dukungan Amerika dan Rusia.

Lagarde, yang menjabat menteri keuangan sejak Juni 2007, bersaing dengan kandidat dari Meksiko yakni Gubernur Bank Sentral Meksiko Agustin Carstens.